Kapolda Sumbar Lepas BKO Brimob, Pengabdian Panjang Dijawab dengan Kehormatan - ANALISA NEWS

Senin, 19 Januari 2026

Kapolda Sumbar Lepas BKO Brimob, Pengabdian Panjang Dijawab dengan Kehormatan

 

SUMBAR | Kepolisian Daerah Sumatera Barat mencatat satu momen penting dalam perjalanan pemulihan pascabencana. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta secara langsung melepas kepulangan personel BKO Brimob dari Polda Lampung, Jambi, dan Bengkulu yang telah menuntaskan tugas kemanusiaan di berbagai wilayah terdampak di Sumatera Barat.

Pelepasan yang berlangsung di halaman depan Mapolda Sumbar, Senin pagi (19/1/2026), berlangsung penuh kehangatan dan rasa hormat. Para personel Brimob yang selama kurang lebih satu setengah bulan berada di garis depan bencana, berdiri rapi menerima penghormatan terakhir sebelum kembali ke kesatuan masing-masing.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa para personel BKO tersebut bukan sekadar pasukan bantuan, melainkan pejuang kemanusiaan yang telah bekerja dalam kondisi paling sulit. Mulai dari pencarian korban, evakuasi warga, pembersihan material bencana, hingga pembangunan jembatan darurat, seluruh tugas dijalankan tanpa keluhan.

Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi dan keikhlasan yang ditunjukkan para personel selama bertugas. Menurutnya, kerja kolektif lintas daerah dan lintas lembaga menjadi kunci utama cepatnya proses pemulihan di Sumatera Barat.

Ia menekankan bahwa soliditas aparat di lapangan membuat Sumatera Barat mampu bangkit lebih cepat dibandingkan sejumlah daerah lain yang pernah mengalami bencana serupa. Kekompakan itulah yang, menurut Kapolda, menjadi kekuatan utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

Kapolda juga tidak menutup mata terhadap beratnya beban psikologis dan fisik yang ditanggung personel di lapangan. Jauh dari keluarga, hidup dengan dapur lapangan, serta menghadapi situasi darurat setiap hari menjadi bagian dari pengorbanan yang tidak semua orang sanggup menjalaninya.

Sebagai bentuk penghargaan nyata, Kapolda Sumbar secara spontan berinisiatif meminta izin kepada para Kapolda asal personel BKO agar mereka diberikan waktu libur selama satu minggu penuh. Waktu tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik dan kebersamaan dengan keluarga.

Tidak hanya itu, Kapolda juga menitipkan rendang khas Sumatera Barat sebagai buah tangan. Rendang tersebut menjadi simbol rasa terima kasih masyarakat Sumbar atas pengabdian tulus para personel Brimob selama bertugas di daerah bencana.

Di tengah prosesi pelepasan, Kapolda memastikan seluruh aspek kepulangan personel berjalan lancar. Saat mendapat laporan adanya kendala bahan bakar kendaraan, Kapolda langsung memerintahkan jajaran logistik untuk segera memberikan dukungan penuh.

Langkah cepat tersebut menunjukkan kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada keselamatan anggota. Kapolda menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun personel yang pulang dengan perasaan terbebani setelah menjalankan tugas negara.

Selain libur dan dukungan logistik, Polda Sumbar juga memastikan pengusulan penghargaan Satya Lencana Karya Bhakti bagi personel BKO yang terlibat dalam operasi kemanusiaan ini. Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara atas jasa dan pengabdian mereka.

Kabid Humas Polda Sumbar menyampaikan bahwa dokumentasi dan laporan tugas para personel menjadi bukti nyata keberhasilan operasi kemanusiaan di Sumatera Barat. Ia berharap semangat pengabdian tersebut tetap melekat saat para personel kembali bertugas di daerah asal.

Menurutnya, keberhasilan misi ini tidak hanya diukur dari cepatnya pemulihan fisik, tetapi juga dari bangkitnya harapan masyarakat yang sempat terpuruk akibat bencana. Kehadiran Brimob di tengah warga menjadi simbol nyata hadirnya negara.

Pelepasan BKO Brimob ini sekaligus menjadi penegasan bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Nilai empati, solidaritas, dan pengabdian menjadi roh utama setiap langkah yang diambil.

Di akhir kegiatan, Kapolda Sumbar kembali menekankan bahwa pengabdian para personel akan selalu tercatat dalam sejarah pemulihan Sumatera Barat. Ia berharap pengalaman kemanusiaan ini menjadi bekal moral dalam setiap penugasan di masa depan.

Dengan berakhirnya masa tugas BKO Brimob, Sumatera Barat melangkah ke fase pemulihan yang lebih stabil. Namun jejak pengabdian para pejuang kemanusiaan tersebut akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari kebangkitan Ranah Minang.

Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda